Jumat, 30 Maret 2012

CA KULIT



Ca KULIT (KANKER KULIT)

1.      DEFINISI
Kanker kulit adalah malignansi paling umum, yaitu merupakan neoplasma maligna dengan terdapatnya melanosit (sel-sel pigmen) dalam lapisan epidermis maupun dan kadang-kadang sel subkutan. Karena kulit mudah diinspeksi, kanker kulit akan tampak serta terditeksi dengan mudah. Kanker kulit relatif sering ditemukan di Amerika Serikat. Insidens kanker kulit bervariasi secara geografis, dan mencapai angka tertinggi di daerah tinggi dan terik. Kanker kulit lebih sering timbul pada orang berkulit terang dibandingkan yang berkulit gelap.

2.      ETIOLOGI DAN FAKTOR RESIKO
ü  Pajanan sinar matahari (kebiasaan berjemur serta melakukan aktivitas di bawah sinar matahari).
ü  Orang yang tidak memproduksi pigmen/melanin dengan jumlah yang cukup untuk melindungi jaringan dibawahnya sangat rentan terhadap kerusakan akibat sinar matahari.
ü  Orang berkulit cerah, bermata biru, berambut merah yang nenek moyangnya berdarah Celtic.
ü  Para pekerja di luar rumah (seperti petani, pelaut, nelayan.)
ü  Mereka yang pernah mendapat terapi sinar-X untuk pengobatan akne atau lesi benigna kulit.
ü  Para pekerja yang mengalami kontak dengan zat-zat kimia tetentu.
ü  Orang yang menderita sikatriks akibat luka bakar yang berat dapat mengalami kanker kulit setelah 20 hingga 40 tahun kemudian.
ü  Ulkus yang lama pada ekstremitas bawah juga dapat menjadi lokasi asal kanker kulit.
ü  Pasien yang sistem kekebalannya terganggu.
ü  Faktor lingkungan, seperti perubahan dalam lapisan ozon akibat polusi udara globat oleh industri.

3.      EVALUASI DIAGNOSTIK
ü  Biopsi eksis untuk diagnosis histopatologis dan pentahapan mikro, untuk menentukan ketebalan dan tingkat invasi serta membimbingtindakan dan prognosis.
ü  Rieayat penyakit dan pemeriksaan jasmani yang cermat sangat penting dalam proses penegakan diagnosis.
4.      PROGNOSIS
ü  Prognosis kelangsungan hidup jangka panjang (5 tahun) dianggap jelek kalau tebal lesi melebihi 4 mm.
ü  Prognosis pasien dengan melanoma pada tangan, kaki atau kulit kepala juga suram. Pasien-pasien ini menghadapi kemungkinan terjadinya metastasis meningkat. Metastasis pada melanoma cenderung terjadi pada tulang, hepar, paru-paru, lien, sistem saraf pusat dan kelenjar limfe.
ü  Laki-laki dan pasien berusia lanjut yang menderita melanoma cenderung mempunyai prognosis yang lebih buruk.

5.      PENATALAKSANAAN.
ü  Pencegahan terhadap karsinoma sel basal dan skuamosa dapat dilakukan dengan melindungi kulit dari pajanan sinar matahari.
ü  Karsinoma sel basal dieksisi secara bedah. Prognosis baik.
ü  Karsinoma sel skuamosa dieksisi secara bedah dan mungkin diperlukan terapi radiasi. Prognosis baik, terutama apabila belum terjadi metastasis.
ü  Melanoma maligna dieksisi secara bedah, dengan batas insisi yang lebar. Dilakukan biopsi kelenjar limfe untuk menentukan apakah telah terjadi metastasis. Mungkin diperlukan kemoterapi dan imunoterapi. Prognosis bergantung pada ukuran lesi dan hasil biopsi kelenjar getah bening. Pertumbuhan nodular memiliki prognosis yang lebih buruk.
ü  Bedah elektro, merupakan teknik penghancuran atau penghilangan jaringan dengan menggunakan energi listrik.
ü  Bedah beku, menghancurkan tumor dengan cara deep freezing.
ü  Pembedahan mikrografik, merupakan metode pembedahan untuk mengangkat lesi kulit yang laignan.



ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN
 “Ca KULIT”

Pengkajian

Riwayat dan gejala:
1.      Tanyakan pada pasien khususnya mengenai gejala pruritus?
2.      Apakah ada nyeri tekan dan rasa sakit?
3.      Apakah ada perubahan yang terjadi pada nervus yang sudah ada sebelumnya?
4.      Apakah ada pertumbuhan lesi baru yang berpigmen?
5.      Tanyakan aktivitas pasien diluar rumah (berapa lama terpajan matahari)?

Pemeriksaan Fisik

            Gunakan kaca pembesar dan pencahayaan yang baik diperlukan dalam melakukan inspeksi kulit untuk menemukan irregularitas dan perubahan nervus.
Tanda-tanda yang menunjukkan perubahan maligna mencakup berikut:
1.      Warna yang bervariasi
a.       Warna  yang dapat menunjukkan keganasan pada lesi yang coklat atau hitam adalah bayangan warna merah, putih dan biru. Bayangan warna biru dianggap lebih menghawatirkan.
b.      Daerah-daerah putih dalam lesi yang berpigmen perlu dicurigai.
c.       Sebagian melanoma maligna tidak memiliki warna yang bervariasi tetapi sebaliknya mempunyai warna yang seragam (hitam kebiruan, kelabu kebiruan, merah kebiruan).
2.      Tepi yang ireguler.
a.       Indentasi atau lekukan yang menyudut pada bagian tepi nervus harus dicatat.
3.      Permukaan yang ireguler.
a.       Tonjolan permukaan kulit yang tidak merata, dapat teraba atau terlihat. Perubahan pada permukaan bisa licin hingga seperti fisik.
b.      Sebagian melanoma noduler memiliki permukaan yang licin.
4.      Lokasi melanoma yang licin adalah pada bagian punggung, tungkai (khusus wanita), antara jari-jari kaki dan apda kaki, muka kulit kepala, jari-jari tangan serta bagian dorsal tangan.
5.      Kaji diameter nervus, biasanya ukurang normal berukuran lebih dari 6 mm. Lesi satelit (dekat nervus) harus dicatat.

Diagnosis

1.      Nyeri berhubungan dengan tindakan eksisi dan graft kulit.
2.      Ansietas dan depresi berhubungan dengan konsekuensi Ca Kulit yang dapat membawa kematian danmenimbulkan cacat.
3.      Kurang pengetahuan tentang tanda-tanda dini Ca Kulit.

Intervensi

Diagnosa I (Nyeri berhubungan dengan tindakan eksisi dan graft kulit)
INTERVENSI
RASIONAL
Kaji keluhan nyeri, perhatikan lokasi/karakter dan intensitasnya (skala 1-10)
Nyeri hampir selalu ada pada beberapa derajat beratnya keterlibatan jaringan atau kerusakan. Perubahan lokasi nyeri/karakteristik/intenssitas nyeri dapat menandakan komplikasi.
Dorong ekspresi perasaan tentang nyeri.
Pernyataan memungkinkan pengungkapan emosi dan dapat meningkatkan mekanisme koping.
Libatkan pasien dalam penentuan jadwal aktivitas, pengobatan dan pemberian obat.
Meningkatkan rasa kontrol pasien dan dapat meningkatkan mekanisme koping.
Berika analgesik sesuai indikasi.
Nyeri adalah komplikasi sering dari kanker, meskipun respon individual berbeda. Saat perubahan terjadi , penilaian dosisi dan pemberian akan diperlukan.

Diagnosa II (Ansietas dan depresi berhubungan dengan konsekuensi Ca Kulit yang dapat membawa kematian danmenimbulkan cacat)
INTERVENSI
RASIONAL
Berikan penjelasan dengan sering dan informasi tentang prosedur perawatan.
Pengetahuan apa yang diharapkan menurunkan ketakutan dan ansietas, mempelajari kesalahan konsep dan meningkatkan kerja sama.
Libatkan pasien atau orang terdekat dalam proses pengambilan keputusan kapanpun mungkin.
Meningkatkan rasa kontrol dan kerja sama, menurunkan perasaan putus asa.
Berikan orien tasi konstan dan konsisten.
Membantu pasien tetap berhubungan dengan lingkungan dan realitas.
Bertindak tidak menilai pada penerimaan pasien dan keluarga.
Hubungan keluarga terganggu, keuangan/pola hidup berubah nilai saat sulit untuk melibatkan pasien dan mereka dapat menunjukkan dengan cara yang berbeda.


Diagnosa III (Kurang pengetahuan tentang tanda-tanda dini Ca Kulit)
INTERVENSI
RASIONAL
Kaji ulang prognosis dan harapan yang akan datang.
Memberikan dasar pengetahuan dimana pasien dapat membuat pilihan berdasarkan informasi.
Ajarkan kepada pasien untuk memeriksakan kulit mereka sebulan sekali dengan cara yang sistematis.
Pasien dapat melakukan secara mandiri untuk mengetahui perkembangan kanker kulit.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar